Kumpulan Artikel analis kesehatan masyarakat membagikan info dunia kesehatan, biokimia, bakteriologi, Lowongan Kerja, ilmu Pengetahuan dan berbagai Pengertian yang membahas Kesehatan anda

MAKALAH Gambaran tentang Kebersihan Gigi dan Mulut terhadap Anak terhadap timbulnya Karies pada anak Usia Sekolah Dasar


BAB II
 TINJAUAN PUSTAKA

Analis<a href='http://susanblogs18.blogspot.com/'> Kesehatan</a>
A.     Kebersihan gigi dan mulut
Penyakit gigi  dan mulut lebih banyak terdapat dalam kondisi rongga mulut yang kotor. Kebanyakan orang menomorduakan  kondisi kesehatan gigi .( Buku Kompas Jakarta, 2007). Plak atau Debris di permukaan gigi dapat dipakai sebagai indikator kebersihan mulut. Pembersihan gigi yang kurang baik menyebabkan plak mengumpul paling banyak. ( Dentika Dental Journal, Vol I 2002 ). Kebanyakan penyebab masalah kesehatan gigi dan mulut adalah plak. Plak inilah yang menjadi fokus utama kita dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Walaupun plak memiliki konsistensi yang lunak sehingga mudah di bersihkan dengan melakukan penyikatan gigi yang baik dan folssing dengan menggunakan benang gigi, plak akan tetap terbentuk setelah dibersihkan. Oleh karena itu rutinitas menjaga kebersihan gigi dari plak sangat penting. Agar plak tidak bertambah banyak dan tebal.  (Ardyan Gilang Ramadhan, 2010). Biasanya mendeteksinya pada permukaan gigi tidak sukar. Jika tertutupi plak gigi akan tampak kusam. Tetapi plak akan cepat terlihat jika diwarnai dengan zat pewarna plak akan terbentuk pada semua permukaan gigi. Perkembangannya paling baik jika daerahnya paling sedikit terkena sentuhan, seperti di sekitar daerahseperti di sekitar daerah tepi ginggival, pada permukaan proksimal dan di dalam fissur.

Pembersihan gigi yang kurang baik menyebabkan plak mengumpul paling banyak dan akan menjadi karang gigi (kalkulus). Kalkulus (karang gigi) adalah  plak yang telah mengalami pengerasan, klasifikasi atau remineralisasi ( buku kompas, 2007). Sedang menurut Rosebury 1981, kalkulus dapat diklasifikasikan dua macam menurut hubunganya terhadap tepi ginggiva yaitu :
  1. Supra ginggiva calkulus, adalah kalkulusyang terdapat disebelah koronal dari tepi ginggiva  dan terlihat langsung didalam rongga mulut. Konsistensinya cukup keras, putih kekuning – kuningan, namun mudah rapuh dan mudah terlepas dari permukaan gigi dengan alat sederhana.
  2. Sub ginggival calkulus, adalah kalkulus yang melekat dibawah tepi ginggival, didalam pocket periodental, sehingga tidak terlihat langsung didalam rongga mulut. Kondisi ini bisa dilihat dari pemeriksaan rutin rongga mulut.
Konsistennya  lebih padat dan keras, serta melekat erat pada permukaan gigi sehingga kadang – kadang susah dibersihkan. Warnanya coklat
Untuk mengukur kebersihan gigi dan mulut , kita menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI- S) dari Green dan Vermillion. Kriteria penilaiannya adalah 0,0 – 1,2 (Baik), 1,3 – 3,0 (Sedang), 3, 1 – 6,0 (Jelek).
Tingkat derajat kesehatan gigi dan mulut dapat dilihat besar kecilnya nilai tingkat kebersihan rongga mulut dan OHI-S, tingkat kelainan gigi pada gigi permanen / dewasa (DMF – T), tingkat kelainan pada gigi sulung atau anak – anak (def – t), sedang tingkat kebersihan gigi dan mulut itu sendiri, dipengaruhi oleh tingkat Debris index (DI) dan Calculus Index (CI) seseorang. Dalam pemeriksaan tersebut yang diperiksa adalah permukaan 6 buah gigi yang terdiri dari 4 buah gigi posterior serta 2 buah gigi anterior untuk masing – masing rahang .
Untuk pemeriksaan rahang atas :
  1. Diperiksa gigi molar pertama kanan atau permukaan bucal.
  2. Diperiksa gigi incisivus pertama kanan atas permukaan labial.
  3. Diperikasa gigi molar pertama kiri atas permukaan bucal.
  4. Untuk pemeriksaan rahang bawah :
a.  Diperiksa gigi  molar pertama kanan bawah permukaan lingual
b. Diperiksa gigi incisivus pertama kanan bawah permukaan labial.
c. Diperiksa gigi molar pertama kiri bawah permukaan lingual
Untuk pemeriksaan debris indeks ( DI – S ) dipilih 6 gigi yang sesuai dengan keterangan diatas dan dipergunakan sonde yang ditempatkan pada 1 /3 gigi yang kemudian bergerak kearah 1 / 3 ginggival.  Nilai skor DI – S adalah :
0    =   Tidak ada debris
1    =   Ada debris, tapi lunak yang menutupi tidak lebih 1/3 permukaan gigi yang ada stain
2    =   Ada debris lunak yang menutupi lebih dari 1/3 permukaan gigi tapi tidak lebih dari 2/3 permukaan gigi
3    =   Ada debris lunak yang menutupi lebih dari 2/3 permukaan gigi dari arah apikal.
Skor tersebut diatas depat diperoleh dengan menjumlahkan skor tiap tahap dulu sesuai rahang pemeriksaan kemudian hasilnya dibagi dengan jumlah permukaan gigi yang  yang diperiksa.
Sedangkan untuk pemeriksaan calculus indek ( CI – S ) dapat dilakukan dengan cara menaruh sonde secara hati – hati  dicelah ginggiva pada bagian distal, yang selanjutnya menarik secara sub ginggival dari daerah kontak distal ke daerah kontak mesial. Yang diperiksa adalah permukaan enamel gigi tanpa menimbulkan pendarahan seperti apa yang dilakukan pada pemeriksaan DI – S .
Kriteria penilaian adalah sebagai berikut :
0    = tidak ada kalkulus
1    = Ada kalkulus supra ginggival, yang menutupi tidak lebih 1/3 permukaan gigi
2    = Ada kalkulus supra ginggival yang menutupi lebih dari 1/3 permukaan gigi tapi tidak lebih dari 2/3 permukaan gigi.
3    = Ada kalkulus supra ginggival yang menutupi lebih dari 2/3 permukaan serta menutupi sub ginggival dan melingkari seluruh bagian servikal gigi
Skor CI – S dapat diperoleh dengan jumlah skor tiap tahap terlebih dahulu sesuai daerah pemeriksaan permukaan gigi. Kemudian hasil dibagi dengan banyaknya jumlah gigi yang diperiksa
Setelah dilakukan pemeriksaan baik DI – S Dan CI – S, maka tingkat kebersihan rongga mulut dapat diketahui dengan cara menjumlahkan Debris Index dan Calkulus Index ( OHI-S = DI + CI). (Drg. Eliza Herijulianti, Tati Svasti Indriani, Drg. Sri Artini, M.Pd, 2002).
Kriteria nilai OHI – S yang didapat adalah sebagai berikut :
  1. Baik             =  0   –  1,2
  2. Sedang        = 1,3  -  3,0
  3. Jelek                        =  3,1  – 6,0
B.    Karies
1.    Pengertian
Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu Email, Dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam uatu karbohidrat yang dapat diragikan.( Edwina A.M.Kidd,1992 ). Ada tiga komponen yang diperlukan yakni gigi, plak bakteri, dan diet yang cocok. Plak bakteri sangat berperan tetapi dietlah yang paling berperan sebagai faktor penyebab karies. ( T.R piitt ford,1993 ).
Pada tahap awal penyakit gigi ini belum ada keluhan . atau mungkin rasa ngilu yang diabaikan . tetapi bila gigi yang lubang tidak segera dirawat maupun dicegah dengan baik, akhirnya gigi sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Sehingga selanjutnya dapat mengakibatkan menurunnya angka derajat kesehatan gigi dan mulut dimasyarakat.
2.    Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya Karies
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi  terjadinya karies gigi diantaranya yaitu :
Bakteri
Streptococcus mutans dan lactobasilus merupakan kuman yang kariogenik karena mampu segera membuat asam  dari karbohidrat yang dapat diragikan. Kuman-kuman tersebut dapat tumbuh subur dalam suasana asam dan dapat menempel pada permukaan gigi  karena kemampuannya membuat polisakharida ekstra sel yang sangat lengket dari karbohidrat makanan. Polisakharida ini yang terutama terdiri dari polimer glukosa, menyebabkan matriks plak gigi mempunyai konsistensi seperti gelatin. Akibatnya bakteri- bakteri terbantu untuk melekat pada gigi serta saling melekat satu sama lain. Dan karena plak makin tebal maka hal ini akan menghambat fungsi saliva dalam menetralkan plak tersebut. ( Edwina A.M.Kidd,1992 ).
Karbohidrat makanan
Karbohidrat dengan berat molekul yang rendah seperti gula akan segera  meresap ke dalam plak dan dimetabolisme dengan cepat oleh bakteri. Dengan demikian makanan dan minuman yang  mengandung gula akan menurunkan pH Plak dengan cepat sampai pada level yang dapat menyebabkan dimineralisasi email.
( Edwina A.M.Kidd,1992 ).
Plak
Plak adalah suatu lapisan lengket yang merupakan kumpulan dari bakteri. Plak ini akan mengubah karbohidrat atau gula yang berasal dari makanan menjadi asam cukup kuat yang cukup merusak gigi. ( Ardyan Gilang Ramadhan, 2010 ).Plak atau Debris merupakan penyebab utama Karies.(Dentika Dental Journal, Vol I 2002). Pembuangan plak akan membantu pencegahan Karies Cara yang dilakukan adalah menghilangkan tumpukan plak pada sekitar permukaan gigi serta jaringan sekitar gigi. .( T.R. Pitt Ford1993 ). Plak yang mengandung bakteri merupakan awal bagi terbentuknya karies . Oleh karena itu kawasan gigi yang memudahkan pelekatan plak sangat mungkin diserang karies. ( Edwina A.M.Kidd,1992 ).
Waktu
Adanya kemampuan Saliva untuk mendepositkan kembali mineral selama berlangsungnya proses karies, menandakan bahwa proses karies tersebut terdiri atas periode perusakan dan perbaikan yang silih berganti. Oleh karen itu, bila saliva ada di dalam lingkungan gigi, maka karies tidak menghancurkan  gigi dalam hitungan hari atau minggu, melainkan dalam bulan atau tahun. Dengan demikian sebenarnya terdapat kesempatan yang baik untuk menghentikan penyakit ini. ( Edwina A.M.Kidd,1992 ).
3.    Penggolongan Karies berdasarkan kedalaman
Karies Email
Karies ini baru mencapai daerah email atau daerah terluar dari lapisan gigi. Pada karies ini penderita belum merasakan sakit,  ngilu dan rasa apapun sebagai akibat dari lubang ini, namun ada yang peka, sehingga kadang-kadang merasa ngilu bila kena dingin.
Karies Dentin
Jika kerusakan telah mencapai dentin, biasanya mengeluh sakit atau timbul ngilu setelah makan atau minum manis, asam, panas atau dingin. (  Donna Pratiwi, Sp. Prosto,  2007 ).
Karies pulpa
Apabila seseorang mengeluh rasa sakit bukan hanya setelah makan saja, berarti kerusakan gigi sudah mulai mencapai Pulpa.Kerusakan pulpa yang akut akan terjadi apabila keluhan sakit terjadi terus menerus yang akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari. ( Donna Pratiwi, Sp. Prosto,  2007 ).
4.    Pencegahan dan pengendalian Karies
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Penyuluhan adalah proses belajar secara non formal kepada sekelompok masyarakat tertentu, dimana pada penyuluhan kesehatan gigi dan mulut diharapkan terciptanya suatu pengertian yang baik mengenai kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan kesehatan gigi yang sering ditujukan pada anak – anak usia sekolah. Utamanya anak sekolah dasar. (R.J. Andlaw, W.P.Rock,1993). Agar penyuluhan bisa tercapai dengan optimaL perlu didukung oleh peragaan model, poster, agar sasaran yang dicapai dapat mengerti dan memahami apa yang disampaikan sehingga apa yang diharapkan kegiatan akan disadari dan dilaksanakan tanpa perintah.
Agar dapat dimengerti pesan-pesan gigi harus sederhana. Umumnya pesan tersebut  meliputi 4 hal berikut ini:
1)    Hindari kudapan yang manis, lengket, di antara waktu makan.
2)    Gosok gigi secara menyeluruh sekurang kurangnya sekali sehari dengan pasta gigi yang mengandung Fluor.
3)    Fluoridasi air minum.
Periksakan gigi secara teratur.( R.J. Andlaw, W.P. Rock, 1993).
Program UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah)
Usaha kesehatan gigi sekolah adalah bagian integral dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana, pada para siswa terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar  (STD) dalam kurun waktu tertentu,  diselenggarakan secara berkesinambungan melalui paket UKS yaitu paket minimal, paket standar dan paket optimal.
1)    Tujuan Umum
Tercapainya derajat kesehatan gigi dan mulut siswa yang optimal
2)    Tujuan Khusus
a)    Siswa mempunyai pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut.
b)    Siswa mempunyai sikap atau kebiasaan pelihara diri terhadap kesehatan gigi dan mulut.
c)    Siswa binaan UKS paket standar, paket optimal mendapat pelayanan medik atas permintaan.
d)    Siswa sekolah binaan UKS paket optimal pada jenjang kelas terpilih telah mendapat pelayanan medik gigi dasar yang diperlukan.
Pelaksanaan program UKS yaitu upaya promotif dan preventif .
Upaya promotif yang dilaksanakan di UKGS, lebih diarahkan pada pendekatan kesehatan gigi, sedangkan upaya preventif meliputi upaya pembersihan karang gigi, sikat gigi massal dan pemberian flour. Pembersihan karang gigi dilakukan secara selektif kepada anak yang membutuhkan.
UKGS dijalankan oleh tim kesehatan gigi sebagai tenaga inti terdiri dari :
1)    Dokter gigi
2)    Perawat gigi
3)    Pembantu.
Dalam melaksanakan kegiatan tim kesehatan dibantu oleh tenaga kesehatan non-dental antara lain :
1)    Petugas UKS
2)    Guru
3)    Orang tua murid.(  Eliza Herijulianti, Tati Svasti Indriani, Drg. Sri Artini, M.Pd, 2002 ).
5.    Hubungan kebersihan Gigi dan Mulut dengan timbulnya karies Gigi
Seperti telah diketahui diatas, bahwa karies gigi adalah salah satu penyakit yang terjadi di rongga mulut yang salah satu penyebabnya adalah plak. Plak sendiri yang merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan kerusakan gigi  (karies gigi ) dapat mempengaruhi rendah tidaknya tingkat kebersihan gigi dan mulut pada seseorang.
Kebiasaan anak murid sekolah dasar yang selaku mengkonsumsi makanan dan gula – gula disaat disekolah ataupun di rumah, apabila tidak diikuti dengan kesadaran  mereka untuk selalu memperhatikan kebersihan gigi dan mulutnya,maka kebiasaan  tersebut akan dapat mempengaruhi proses timbulnya penyakit gigi dan mulut. Kebiasaan menjagan kebersihan gigi dan mulut harus mereka  lakukan setiap habis mengkomsumsi makanan tersebut.kebersihan gigi dan mulut yang umum dan kesadaran dilakukan adalah sikat gigi yangdan baik besar dilakukan adalah sikat yang baik dan benar minimal 2x sehari atau setidak-tidaknya sehabis makan dan pada malam hari sebelum tidur.kondisi itu dilakukan agar proses timbulnya plak dirongga mulut dapat dicegah semaksimal mungkin.
Plak yang terkumpul dan melekat pada permukaan gigi akibat sisa makanan yang tertinggal dan tidak dibersihkan , akan dapat  menyebabkan timbulnya lubang pada gigi atau Yang disebut karies gigi .

 Tulisan di atas berbentuk Karya Tulis ilmiah, anda dapat mendownloadnya dengan mengklik nama di bawah ini, namun sebelum itu anda dapat like facebook kami sebelum mendownload. Filenya. makasih sebelumnya.
Copyright © 2013 ANALISIS KESEHATAN | Partner Pathmo Media And Oto News